Nyawa, zain

Dulu
Aku saja diangkat atas bahunya
Kini
Aku sentuh bahu, mengaduh sakitnya

Dulu
Sakit je aku, tidurnya tiada lena
Kini
Terlantar dia atas tilam kesayangannya

Dulu
Gembira saja aku, berlari terus ke pelukannya
Kini
Aku pasti menangis tika kau mengaduh disuntik doktor

Ayah. Terima kasih atas segala

No comments:

Post a Comment